Mengenal Bencana Hidrometeorologi, Kerap Ancam Akhir Jelang Tahun Baru

0

 

Foto: Bencana Meteorologi (Imunitas.or.id)

KabarAcehNET, Nasional - Bencana hidrometeorologi kerap mengancam wilayah Indonesia pada periode akhir tahun hingga menjelang tahun baru. Memasuki bulan Desember di penghujung tahun 2022 ini, yuk mengenal apa itu bencana hidrometeorologi.

Hidrometeorologi adalah cabang ilmu dari meteorologi tentang siklus air, curah hujan, dan berkaitan dengan iklim dan cuaca. Hidrometeorologi mencakup fenomena yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), dan lautan (oseanografi). 

Baru-baru ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan 4 provinsi di Indonesia perlu mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang dipengaruhi bibit siklon tropis 92W.

BMKG telah menetapkan status siaga di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat yang berlaku hingga Minggu (11/12/2022).

Berdasarkan prakiraan berbasis dampak hujan di Indonesia terdapat wilayah yang berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Jenis-jenis Bencana Hidrometeorologi:

1. Banjir

Banjir adalah bencana alam yang terjadi ketika aliran air meluap ke daratan. Potensi banjir terjadi saat curah hujan tinggi.

2. Longsor

Tanah longsor terjadi ditandai oleh kemiringan lereng yang curam atau landai, seperti di pegunungan hingga tebing pantai atau di dasar laut.

3. Kekeringan

Kekeringan adalah defisit atau minimnya curah hujan pada suatu wilayah dalam periode tertentu. Kondisi itu dapat menyebabkan penurunan kelembaban tanah hingga kerusakan tanaman.

4. Angin Puting Beliung

Puting beliung adalah kumpulan angin yang berputar dengan kecepatan tinggi yang dapat berlangsung selama beberapa menit. Biasanya terjadi saat pergantian musim hujan ke musim kemarau (pancaroba).

Puting beliung biasa terjadi pada siang hingga sore hari. Angin puting beliung diawali dengan cuaca yang sangat panas kemudian tiba-tiba berubah mendung. Bencana hidrometeorologi ini bersifat merusak karena bergerak dengan kecepatan lebih dari 63 kilometer per jam.

5. Angin Kencang

Angin kencang adalah naiknya kecepatan angin lebih dari 27,8 km/jam dari wilayah dengan tekanan udara yang lebih tinggi ke wilayah dengan tekanan udara lebih rendah.

Hal tersebut terjadi biasanya dipicu hujan lebat hingga adanya pergerakan tanah.

Di Indonesia, potensi bencana alam yang terus meningkat, biasa dikenal dengan nama Bencana Hidrometeorologi, sebuah istilah yang dalam satu dekade terakhir marak dibahas.

Berikut adalah beberapa dampak bencana hidrometeorologi:

- Kerusakan sarana dan prasarana, bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin putih beliung dan sebagainya dapat merusak sarana dan prasarana, seperti jalan raya, jembatan, dan bangunan perkantoran.

- Menyebabkan korban jiwa, tak jarang bencana hidrometeorologi dapat menelan korban jiwa, terutama jika bencana terjadi di wilayah yang padat penduduk.

- Penyakit pascabencana, dampak bencana hidrometeorologi yang juga dirasakan masyarakat adalah munculnya berbagai penyakit pascabencana, seperti diare, tifus, dan lain-lain.

Gambar: Grafik Tren Kejadian Bencana Hidrometeorologi dalam 10 tahun terakhir (BMKG)

Apa Itu Bencana Hidrometeorologi di Indonesia?

Bencana alam yang timbul akibat dampak dari meteorologi atau cuaca seperti curah hujan, kelembaban, angin dan temperatur adalah bencana hidrometeorologi.

Bencana hidrometeorologi mengakibatkan sebab terjadinya kebakaran hutan, kekeringan lahan, banjir, angin puting beliung, tanah longsor, gelombang tinggi dan gelombang panas.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyatakan, Indonesia telah mengalami 1.137 kali kejadian bencana. Bencana tersebut didominasi banjir, longsor, dan cuaca ekstrem hingga Maret 2022.

Ada tujuh provinsi dengan tingkat bencana paling tinggi, dengan kategori bencana hidrometeorologi dalam tiga bulan pertama tahun ini. Ketujuh provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Catatan bencana yang terjadi konsisten sejak lima tahun terakhir, mulai 2017 hingga 2022.

“Bencana hidrometeorologi di Indonesia, dalam lima tahun terakhir didominasi di pulau Jawa dan separuhnya ada di Jawa Barat,” kata Muhari. Dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat 1 Maret 2022.

Bagaimana Mencegahnya?

Pencegahan hidrometeorologi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk melakukan mitigasi sebagai upaya pencegahan hidrometeorologi.

Menurut BNPB, langkah-langkah pencegahan hidrometeorologi yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah; Tidak membuang sampah sembarangan, memangkas daun dan ranting pada pohon-pohon besar, membersihkan saluran air hingga sungai, menjaga kebersihan lingkungan, selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca dari sumber yang kompeten

Sedangkan, upaya pencegahan hidrometeorologi jangka panjang yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah menanam pohon dan pengembangan hutan bakau (mangrove) yang dapat mencegah terjadinya tanah longsor sekaligus mengikat air tanah sebagai persediaan saat kemarau panjang.

Contoh jenis-jenis pohon yang ditanam untuk mencegah tanah longsor dan memasok persediaan air tanah adalah pohon karet, matoa, jabon putih, sukun, mahoni, dan sebagainya.

Memperbanyak Doa Agar Dijauhkan Dari Bencana

Dalam Islam, ketika banyak muncul bencana tiba-tiba seperti gempa, banjir, kebakaran dan musibah lainnya hendaknya kita memperbanyak membaca doa berikut.


اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ, وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ, وَفَجْأَةِ نِقْمَتِكَ, وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmat-Mu, dari beralihnya keselamatan (yang merupakan anugerah)-Mu; dari datangnya siksa-Mu (bencana) secara mendadak, dan dari semua kemurkaan-Mu. (HR. Muslim)


Menyegerakan Sedekah Menolak Bala

Sedekah bisa menjauhkan kita dari penyakit dan berbagai kesulitan yang datang dalam hidup kita. Selain itu, ada 70 jenis bala dan bencana lainnya yang bisa menghilangkan berbagai bala dan bencana dalam hidup kita. Jika banyak kesulitan dan hal-hal yang meresahkan dalam hidup kita, bersedekah bisa meringankannya.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda, “Bersegeralah kalian untuk mengeluarkan sedekah karena sungguh bencana tidak dapat melewati sedekah.” (Ath-Tabrani)

Disusun Oleh: Mutia Rahma (Kontributor)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Bagaimana Tanggapan anda mengenai artikel / berita ini ?

Bagaimana Tanggapan anda mengenai artikel / berita ini ?

Posting Komentar (0)
Banner-GRAB-page-2
scan-qr-cashback-30-persen

buttons=(OKE !) days=(30)

Website Kami Menggunakan Kukis Untuk Anda Agar Mendapatkan Pengalaman yang lebih baik. Pelajari Selengkapnya
Accept !
To Top